Mengkaji syurat al kahfi
Ayat-ayat al-Quran Surat al-Kahfi menggunakan beragam kalimat. Di antara ragam kalimat yang digunakan adalah kalam insya’. Kalam insya’ dibagi menjadi dua yaitu insya’ thalabi dan ghairu thalabi. Ayat-ayat dalam Surat al-Kahfi mengandung lebih banyak kalam insya’ thalabi dibanding surat-surat lain yang dianjurkan untuk dibaca. Selain itu dalam Surat al-Kahfi juga terdapat ayatayat yang menjelaskan keimanan, hukum-hukum, dan kisah-kisah yang semuanya mengandung hikmah dan pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Selain itu, Surat al-Kahfi juga berisi kisah-kisah inspiratif yang menggugah, yaitu kisah ashabul kahfi yang rela menentang raja yang berkuasa di negeri tersebut demi membela agama Allah SWT, dan kisah Ya’juj Ma’juj serta kisah Dzulkarnain.
Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri kalam insya’ thalabi, bentuk kalam insya’ thalabi, serta makna kalam insya thalabi dalam Surat al-Kahfi. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif analisis isi (content analisis). Data dalam penelitian ini adalah kalam insya’ thalabi yang terdapat dalam Surat al-Kahfi. Instrumen penelitian ini berupa tabel penjaringan data guna menjaga keabsahan data penelitian. Untuk memperoleh data, dilakukan penelusuran kalam insya’ thalabi dalam Surat al-Kahfi dengan memanfaatkan kitab Shafwah al-Tafasir, dan memberi kode kalam insya’. Prosedur analisis data meliputi tabelisasi dan klasifikasi kalam insya’.
Hasil penelitian ini, dapat dikemukakan (1) Ayat-ayat Surat al-Kahfi mengandung kalam insya’ thalabi yang meliputi amar (perintah), nahi (larangan), istifham (pertanyaan), nida’ (panggilan), dan tamanni (harapan). (2) Dari segi bentuk dalam ayat-ayat Surat al-Kahfi terdapat berbagai bentuk kalam insya’ thalabi yang meliputi amar (perintah), nahi (larangan), istifham (pertanyaan), nida’ (panggilan), dan tamanni (harapan). (3) Adapun dari segi makna kalam insya’ thalabi mempunyai makna haqiqi (makna sebenarnya) dan makna idhafi (bukan makna sebenarnya). Adapun makna kalam insya’ thalabi asli (haqiqi) mempunyai makna sebenarnya yaitu makna kalimat yang sesuai dengan ungkapan kalimat tersebut tanpa mempunyai maksud tertentu. Adapun makna lain (idhafi) kalam insya’ thalabi adalah makna kalimat yang mempunyai maksud tertentu dengan melihat konteks dan situasi kalimat itu diungkapkan . Makna lain kalam insya’ thalabi yang terdapat dalam ayat-ayat Surat al-Kahfi di antaranya adalah ta’jiz (melemahkan), iltimas (ungkapan kepada yang sebaya), tahdid (ancaman), irsyad (petunjuk), dan doa (permohonan), taubikh (menghina) dan taqrir (penegasan).
Komentar
Posting Komentar